isi halaman MENGHINA TAPI TERHINA - ANAK ABAH

MENGHINA TAPI TERHINA

Assalaamu’alaykum sobat! Sehat selalu yaa

Mengambil sebuah kita nyata, kisah terbaik yang telah dicontohkan oleh manusia yang paling mulia Rosulullah. Ketika beliau di hinakan, dicaci maki oleh pamanya sendiri (orang terdekatnya) yaitu abu lahab.

Sosok paman yang sangat bengis, penuh kebencian yang tampak pada Rasulullah karena sifat iri dan tidak menerima “kenapa yang terpilih menjadi nabi adalah Muhammad bukan dari para pemimpin yang terkemuka!” ituhanya salah satu sebab dan masih banyak sebab-sebab lainnya.

Hingga Alloh menghinakannya dan para istrinya dalam surat Al-Lahab.

Kita juga bisa mengambil pelajaran ketika nabi Luth mendakwahi kaumnya yang melakukan perbuatan keji dan mengetahui bahwa itu adalah keji tapi tetap melakukannya. Hingga mereka berkata “usirlah keluarga Luth dari kota kalian, sesungguhnya mereka manusia yang telah di sucikan” (an-naml : 56) hingga Alloh memberikan kepada mereka azab yang dasyat berupa dibalikannya bumi atas mereka.

Nah, masih banyak lagi kisah yang bisa kita dapati dalam Al-qur’an tentang hal hina-menghinakan dan patutnya kita mengambil pelajaran.
Tapi, jika kita melihat zaman sekarang. banyak orang yang melakukannya (menghina) dengan terang-terangan maupun dengan cara yang halus sadar atau tidak.

Hal ini juga bisa juga menjadi kebiasaan pada diri kita karena faktor keluarga yang sering menghina dan merendahkan orang lain maupun dari pengaruh televisi hingga menjadi mendarah-daging. 

Terkadang kita juga merasa bahwa hal ini (menghina) biasa saja. Tapi, pasti kita juga mengetahui bagaimana sakitnya terhina/dijatuhkan. Ditambah ketika kita dihinakan didepan banyak orang yang tentunya membuat kita semakin terpuruk, entah itu saat ditumpahkannya aib maupun hal yang lain yang tidak kita sukai.

oleh karena itu hendaknya kita menjaga ucapan kita untuk tidak menyakiti hati seorang, mau dia orang terdekat kita maupun orang yang tidak kita kenal karena kita juga mengetahui betapa sakitnya dihina.

Hal yang juga harus kita ingat, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ada yang ganteng, ada yang jelek, ada yang pinter ada yang kurang. 

Nah, Alloh menciptakan itu semua agar kita saling melengkapi satu sama lain bukan untuk menghinakan. Apakah ketika kita menghina seorang lantas diri kita naik kasta? Tentu tidak. Apakah ketika kita merendahkann seorang hingga orang lain menertawai dia kemudian kita menjadi dihormati dan disegani sedangkan yang kita rendahkan itu menjadi rendah? Tentu tidak. Bisa jadi diri kitalah yang menjadi hina.

Sebelum kita menghina seorang hendaknya dan memang seharusnya yang kita lakukan adalah melihat diri kita sendiri, melihat kekurangan kita bukan melihat kekurangan orang lain. 

Ketika kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, ajarilah ia, rangkullah ia dan berikan kepercayaan hingga bisa mengisi kekurangan satu sama lainnya.

Oh iyaa sob! Jangan bosen yaa baca blog ginian. Ini Cuma catatan kecil saja buat saya dan semoga bermanfaat bagi kita semua.
Sangking kebawa suasanya kage kerasa kalau sudah panjang banget.

8 comments:

  1. Kuman di sberang tampak
    Gajah di pelupuk mata tak tampak
    sekarang banyak yang begini
    #notetomyself

    ReplyDelete
    Replies
    1. assyeek . .
      memang suka begitu om ZaYn. hal menghina sekarang sudah biasa dan menjadi kebiasaan yang di tumbulkan oleh bacaan atau tontonan.

      bahkan, ada artis baru di standUp itu sampai membuka Aib kedua orang tuanya untuk meraup tawa penonton "Haddekh"

      Delete
  2. Siap grak! Pak guru.
    Sebaik-baik manusia iaitu saling mengingatkan. Apakah kita yang terhina menghinakan ataukah dia yang hina menghinakan, baiknya kembalikan kepada yang punya hak mutlak menilai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget.
      kita kembalikan semuanya kepada yang punya hak menilai.
      tapi, alahkan indahnya ketika kita saling mengingatkan dan belajar menahan hinaan pada orang lain. :)

      Delete
  3. Sepertinya kita pernah satu ta'lim bareng deh.... Kan gue anak semper... hahahah

    Semoga kita selalu berada dijalan kebaikan ya sobat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin kita juga dulu satu kelas *hahahah

      Delete
  4. Suka dengan tulisannya. Efek televisi paling dasyat, Mas. Program Tv juga banyak sinetron atau pun lawakan2 yang menganggap penghinaan (cela-celaan) itu sesuatu yang lucu. Makanya saya jarang kasih anak saya nonton TV, kalau nonton yang program kuliner aja, biar nantinya kita bisa cicipin bareng dan jadi tulisan blog emaknya deh.. hahaha ^_^

    ReplyDelete
  5. saya juga ngak mau punya TV mba, Youtuban aja . .hehehe

    ReplyDelete

Welcome di Blog AnakAbah
jangan lupa tinggalin komentar yaa.
karna komentar akan menambah semangat saya

pasti saya komen balik

Powered by Blogger.