isi halaman INILAH INTINYA - ANAK ABAH

INILAH INTINYA


Cinta itu tidak ada yang salah, hanya kita saja yang berbeda menyikapinya. cinta itu tumbuh bukan sendirinya, tapi tumbuh bertahap dengan fase-fase yang sangat rumit di jelaskan. Ketika kita membentuk diri kita untuk menjadi seseorang yang memiliki kepribadian yang baik, kita pun butuh tahap yang sulit. bukan _bimsakabim jadi apa prok-prok-prok_ itu hanya contoh yang kecil, Kita pasti tau kan kalau dunia dan seisinya juga mempunyai fase-fase nya sendiri saat di ciptakan oleh Alloh.

Cinta juga bisa disamakan dengan yang namanya niat (menginginkan sesuatu dan bertekad hati untuk mendapatkannya) ketika kita niatkan kepada sesuatu maka kita akan mendapatkannya seperti apa yang telah di sabdakan oleh Rosulullah  kepada para sabat beliau yang hendak berhijrah dari Makkah ke Madinah.

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. [Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]


Wah, dari hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang telah dijanjikan surga untuknya dan yang disabdakan orang yang paling mulia diantara para manusia. Sudah sangat jelas dan tidak perlu kita bincangkan lagi bahwa apa yang kita niatkan maka kita akan mendapatkannya. Tapi alangkah ruginya ketika niat kita di dunia ini hanya untuk mendapatkan kesenangan dunia yang sangat fana apalagi karena wanita. Maka perbaikilah niat kita, sekecil apapun amalan itu seremeh apapun itu niatkanlah karena Alloh semata karena Alloh tidak akan pernah menyia-nyiakan amalan seseorang walau itu sangatlah sedikit.


Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman (Al-Imran : 171)

Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik. (Al-Kahfi :30)

Betapa kage baik tuh Tuhan yang menciptakan kita.. 
Ditambah lagi ketika kita niat untuk berbuat buruk itu belum dicatat oleh malaikat yang selalu menemani kita dimanapun dan kapanpun. Selama niat buruk itu masih didalam hati dan belum dilakukan maka ia tidak berdosa, tapi ketika niat itu dilakukan maka ia hanya mendapat satu catatan dosa. Berbeda dengan kita berniat baik (baru niat sudah dapat pahala) apalagi mengerjakannya.

Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hadits yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Azza wa Jalla . Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allâh menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allâh tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak. Barangsiapa berniat berbuat buruk namun dia tidak jadi melakukannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menuliskannya sebagai satu kesalahan.” [HR. al-Bukhâri dan Muslim dalam kitab Shahiih mereka]

Simple kan, ditambah yang ini...
Setiap perbuatan anak Adam dilipatgandakan; satu kebaikan dengan sepuluh kebaikan yang sama hingga tujuh ratus kali lipat. Allâh Azza wa Jalla berfirman, ’Kecuali puasa, karena ia milik-Ku dan Aku yang membalasnya. Ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku ...’”[ HR. al-Bukhâri (no. 1904)]


Mantap tenan kita dengan yang namanya pahala, karna Alloh itu Maha Pengasih dan Penyayang, kage mungkin Alloh Ridho dengan kemaksiatan kita kepadanya, tapi yang menjadi permasalahnnya kita belum punya kesadaran untuk hidup di jalan yang telah Alloh sedikan untuk kita. Dan masalah yang kita jumpai adalah kebanyakan orang malah lari dan menghindar atau mereka menolak dan berpaling. Hati-hati ketika ini terjadi siapa tau Alloh sudah tidak sayang lagi sama kita (Asstaghfirulloh). 


Tapi, jangan pernah meremehkan yang namanya perkara hati, karena hati itu Alloh yang punya karena hati sebagian kita tidak bisa mengendalikannya. Teruslah meminta kepada Alloh untuk selalu menjaga dan mengembalikan hati kita kepada jalan-Nya

YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA WA ‘ALAA THOO’ATHIK.
YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA WA ‘ALAA THOO’ATHIK.
YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA WA ‘ALAA THOO’ATHIK.
Walloohu a’lam...

jangan lupa ninggalin komen yah sobat..
oleh-oleh buat aye!!!

1 comment:

Welcome di Blog AnakAbah
jangan lupa tinggalin komentar yaa.
karna komentar akan menambah semangat saya

pasti saya komen balik

Powered by Blogger.